Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Sex Stories The Sad Love Story

Sex Stories The Sad Love Story

 Aopok.com - Kamar itu gelap. Sinar bulan tampak menyentuh kisi-kisi jendela kamar kecil itu. Membayangkan silhouette tubuh yang meringkuk di sudut kamar. Rena menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan lengannya yang memeluk lutut-lututnya. Bahunya yang bergerak-gerak menandakan bahwa gadis kecil itu sedang menangis. Rena mengangkat kepalanya, mengutuk sinar bulan yang menerpa wajahnya yang ternoda jejak-jejak air mata dalam hatinya. ‘Bagaimana aku bisa memaafkan dia..’


“Rene.. ah.. Rene..” mulutnya berbisik setengah terbuka. Buliran air mata jatuh melewati pipinya menetesi lengannya. Gagang telepon di sebelahnya memperdengarkan nada sibuk. Rena memasukkan lagi kepalanya dalam dekapan kakinya, dan bahunya kembali bergerak-gerak.

Sepuluh kilometer jauhnya, waktu yang sama.

Rene membanting C35-nya ke lantai, memandangi sejenak serpihan- serpihan mesin itu berpencaran ke segala arah. Rene menjambak rambutnya dengan kesepuluh jemarinya. Gila.. semua gila, batinnya dalam hati.
‘Rena.. bangsat! Cintaku.. aku..’
Rene menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, matanya merawang menatap langit- langit kamarnya. Melamunkan wajah gadis kecil itu dalam dekapannya.. yang beralih menjadi bayangan api kemarahan dan kesedihan yang terpancar dari nada suara gadis yang beberapa menit lalu masih bercakap-cakap dengannya. Rene menutup matanya dengan lengan kanannya, bahkan ia masih memiliki sedikit rasa malu kepada kamar kesayangannya, untuk melihatnya meneteskan air mata.

Somewhere, lantai dua, waktu yang sama.

Rina mengeraskan suara walkman-nya. Membiarkan lantunan musik kesayangannya memenuhi rongga telinganya. Tangannya bergerak membuka lembaran-lembaran literatur dihadapannya.
‘Ah, aku harus belajar giat supaya cepat lulus.. lalu..’
Matanya memandang ke bingkai foto di atas meja disamping tempat tidurnya. Tangannya mengambil bingkai foto itu, dan bibirnya mencium wajah cowok yang sedang tersenyum kepadanya lewat foto di hadapannya. Cup.. cup.. Rina mencium foto itu berulang-ulang, membayangkan kehangatan cowok itu saat memeluknya, menciumnya, mencumbunya.. belajar.. belajar.. Rina mengingatkan dirinya sendiri sebelum tangannya mulai gatal.

Dua purnama yang lalu.

Cowok yang hanya mengenakan kaus oblong itu terlihat sibuk membersihkan mobilnya. Tangannya menggosok permukaan mobil itu dengan cermat, sesekali menyeka peluh yang keluar dari dahi dan pelipisnya.
‘Ah.. panas sekali’, umpatnya dalam hati.
Rene meraih selang yang tergolek di sebelah kakinya, bangkit berdiri dan menekan knob penyemprot di tangannya. Dicobanya untuk mengarahkan air itu ke wajahnya, ahh.. segarnya. Dibilasnya mobil itu dengan hati-hati, memastikan semua kotorannya luluh ke jalan. Mendadak telinganya menangkap suara bertubruknya sesuatu. Matanya mencari-cari, sementara tangannya yang memegang selang tetap mengarahkan semprotan air ke mobilnya.



Setengah jam sebelumnya.

“Kaak.. mana.. katanya mau ngajak aku jalan-jalan?”, suara gadis ABG itu terdengar manja dan memaksa.
Gadis yang lebih tua berkata dangan malas, “Sekarang? Tanggung nih..”.
Remote TV itu masih dalam genggamannya.
“Kaakk..!!” Rena memegang pundak kakaknya, merayu-rayu supaya kakaknya bersedia mengatakan janjinya.

“Iyaa.. udah sono!” Rina tertawa geli melihat kelakuan adiknya yang manja.
‘Yah beginilah’, pikirnya, jika hanya punya adik semata wayang, yang sangat kebetulan manja dan pemaksa. Lanjut baca!


Viral Kisah Aku Bukan Laki-Laki Normal

Viral Kisah Aku Bukan Laki-Laki Normal

 Aopok.com - Tio bingung!

Gue sudah bertanya, tapi masih buntu. Gue sudah berpikir terus tapi masih buntu, ada apa sebenarnya, kenapa sih gue ini? Apa salah gue? Kenapaa..

Tio berjalan lunglai melalui hingar bingar Jakarta, kota yang disebut metropolitan tapi nyatanya bukan, kota yang menjadi dambaan banyak orang, tempat cari makan, tempat cari keluarga, bagi Tio hambar semuanya!

“Yo.. Kamu harus ngerti.. Saya sayang kamu.. Tapi bukan seperti layaknya orang pacaran, saya sayang kamu sebagai adik!”


Apa? Jadi adik? Apa yang selama ini dia kira? gue cuma jadi mainan? Kenapa Bayu jadi gini..

“Yo.. Dengar aku.. Kita akan tetap jadi sahabat, kakak adik dan kamu masih bisa curhat dengan aku.. Tapi jangan kamu anggap aku sebagai kekasih kamu, aku laki-laki normal”

Tio terkesiap mendengar kata laki-laki normal, sungguh semua ini hanya tipu muslihat, kepalsuan dan kearoganan orang menghadapi realita hidup.. Apa yang kamu cari Bayu? Hanya sepenggal kata maaf dan melindungi diri dari kedok kemunafikan? Cukup.. cukup.. cukup sudah, seperti penggalan kata-kata di lagu Glen..

“Yo.. Aku sayang kamu..” itulah kata terakhir Bayu, sebuah kata yang basi, sebuah kata yang hanya menutupi kemunafikan seorang Bayu.. Cukup Sudah!

Tio masih berjalan terus hingga suatu saat terhenti di pojok lampu lalu lintas, masih merah banyak mobil motor berhenti tapi Tio tak peduli, yang ada di otaknya, kenapa kemunafikan masih banyak terjadi, kenapa kisah cinta antara dirinya dengan Bayu tersendat oleh kata LAKI-LAKI NORMAL! Apa sih yang dicari Bayu, kepalsuan hidup, semua juga tahu siapa dia, Tio masih terpaku, ucapan Bayu masih terus bergelayut saat dia berjalan lunglai entah mau kemana.. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi Jakarta masih tetap ramai, ramai dengan kebaikan, ramai dengan kepalsuan dan waktu terus berputar.

“Masa bodoh!” teriak Tio di tempat yang agak sepi, lolongan anjing menyusul teriakan Tio dan petugas hansip yang lewat bingung.
“Kenapa Mas? Ada apa?”
“Nggak usah Pak saya baik-baik saja, saya baru putus pacaran”.. Pak Hansip terkaget-kaget.
“Wah adik masih muda putus pacaran kok bingung, cari lagi aja, kan masih banyak perempuan lain.. kalau saya sudah tua sudah tidak ada yang mau”
“Aduhh Bapak sudah deh jangan tambah pusing, pacar saya itu laki-laki bukan perempuan!”




Bapak Hansip terkaget-kaget..”Ha? laki-laki? Kok iso toh” (dalam bahasa jawa-kok bisa ya..) Tio pergi meninggalkan Pak Hansip dalam kebingungan..

Saat-saat manis dengan Bayu memang masih sangat sulit dilupakan, Bayu yang bijak, sederhana dan melindungi.. Tidak bisa dilupakan oleh Tio begitu saja, semuanya indah tapi hanya kepalsuan buat seorang Bayu.. Mungkin benar inilah realita, sebuah kenyataan yang pahit tapi indah.. Bagi seorang Tio, seorang yang BUKAN LAKI-LAKI NORMAL! Lanjut baca!


Viral Anal dan Memekku Jadi Pemuas Nafsu Laki-Laki 2

Viral Anal dan Memekku Jadi Pemuas Nafsu Laki-Laki 2

 Tradingan.com -  Sampai tak terasa akhirnya celana yang kupakai juga sudah terbuka ritsletingnya. Dan dengan bernafsunya dia mulai mencumbui punyaku dengan bibirnya walaupun saat ini aku masih memakai celana dalam. Sampai akhirnya aku betul-betul tersangsang dengan cumbuannya itu dan dengan suka rela aku lepaskan semua pakaianku yang memang sudah terbuka semua kancingnya sehingga aku benar-benar dalam keadaan polos, sedangkan Iwan dengan secara perlahan tetapi pasti mulai melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya sehingga dia juga dalam keadan polos juga. Kemudian dia seolah-olah mau menerkamku dan kami bergumul entah berapa lama.


Yang tadinya aku benar-benar merasa jijik dengan perlakuan Iwan kepadaku, akhirnya sedikit demi sedikit aku mulai bisa menikmatinya, walaupun aku belum bisa mencumbui lawan mainku seperti Iwan mencumbuiku mulai dari atas sampai kebawah dan sebaliknya. Akan tetapi aku hanya bisa bertindak pasif saja dalam melayani kemauan Iwan pada diriku sedangkan Iwan begitu agresif dan aktif sampai-sampai aku kewalahan dalam menerima cumbuannya sehingga tidak lama kemudian aku mencapai puncaknya dan tak lama kemudian Iwan juga mencapai puncaknya juga. Dan dipagi itu juga akhirnya kami berdua terkapar ditempat tidur lagi dan akhirnya kami tertidur lagi tanpa sehelai pakaian yang melekat ditubuh kami.

Setelah menjelang sore barulah kami bangun dari tidur kami dan kurasakan tubuhku begitu pegal-pegal dan malas untuk bangun dan tidak lama kemudian Iwan juga terbangun tanpa terasa aku mengelus-elus sambil memijat-mijat punggungnya yang berkulit lebih putih bila dibandingkan dengan kulitku yang agak hitam ini. Dan ternyata Iwan begitu menikmati elusan dan pijatan tanganku dipunggungnya, karena aku sedikit banyak mempunyai pengalaman pijat urat yang kupelajari dari orang tuaku. Sehingga tangannya tidak kusadari sebelumnya sudah mulai meremas-remas punyaku sambil sekali-kali mengecupnya. Sampai akhirnya adegan tadi pagi terulang kembali akan tetapi tidak begitu lama dan tidak begitu menguras tenaga seperti paginya. Setelah selesai, akhirnya kami mandi bersama di bath tube yang ada dihotel itu sambil sesekali Iwan mendaratkan ciumannya dibibirku, kami saling bermanja seperti layaknya pengantin baru.

Hari-hariku selama bersama Iwan di Bali hampir sebagaian besar kami gunakan untuk saling bercumbu rayu sampai akhirnya tiba waktunya Iwan harus kembali kekotanya ketika aku mengantarkannya dibandara Ngurah Rai karena dia akan pulang dengan naik pesawat. Ketika di lobby bandara sebelum dia masuk keruang tunggu dia sempat memelukku cukup lama dan membisikan ditelingaku

“Boy, aku sayang kamu, dan aku tak akan melupakan kamu, suatu saat kita akan bertemu lagi, sering-sering berkirim surat untukku”
“Baiklah, Wan” kataku perlahan.

Ketika Iwan akan masuk keruang tunggu diatas, dia mengambil tasnya yang cukup besar kemudian dia membukanya dan mengambil sebuah amplop putih yang cukup tebal dan kemudian diselipkan ke dalam tanganku, sambil berlalu,



“Good bye Boy, see you later and don’t forget me”

Aku hanya diam mematung sambil melambaikan tanganku tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku, karena aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam diriku, dan aku sendiri tidak mengetahuinya apa itu. Seakan hidup ini kembali hampa dan sepi kembali tidak ada gairah lagi. Dengan langkah lunglai aku keluar dari lobby bandara Ngurah Rai dan pergi degan tak tahu tujuan mana yang harus kutempuh lagi. Sambil pikiranku terus berkecamuk tak tentu arah, Lanjut baca!


Viral Anal dan Memekku Jadi Pemuas Nafsu Laki-Laki

Viral Anal dan Memekku Jadi Pemuas Nafsu Laki-Laki

 Biodataviral.com - Aku dilahirkan di satu kota kecil di propinsi Kalimantan Selatan dan aku dibesarkan disana, tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya seorang anak laki-laki, dan aku juga sekolah seperti halnya anak-anak yang lainnya. Sampai akhirnya aku meneyelesaikan bangku sekolah sampai tingkat SMU, dimana setelah aku lulus dari SMU rasanya hidup ini jadi lebih bebas, tidak dituntut harus belajar tiap hari dan harus masuk sekolah setiap hari yang membuat seakan hidup ini terkungkung didalam kurungan yang tak nampak. Dan pada saat-saat seperti itu aku minta ijin kepada kedua orang tuaku untuk merantau ke pulau Jawa dimana suasana kehidupan lebih moderen dengan segala permasalahannya dan juga tingkat pendidikan atas jauh lebih baik bila dibandingkan dengan ditempat asalku sana.


Berbekal doa restu orang tuaku suatu hari aku memulai perantauanku dengan menumpang sebuah kapal, dalam perjalanan selama berhari-hari cukup membuatku merasa bosan dan jemu akan tetapi tidak banyak kegiatan yang bisa kuperbuat selama itu, sampai akhirnya kapal yang kutumpangi berlabuh di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ketika itu usiaku belum genap 18 tahun disaat aku memulai petualanganku yang akhirnya aku terseret dalam gelombang kehidupan yang penuh dengan ketidak tentuan ini.

Setelah aku turun dari kapal, aku tidak tahu harus melangkah kemana dan harus kemana, karena aku pada saat itu masih belum mempunyai tujuan yang pasti yang harus kutempuh, aku tidak mempunyai saudara, teman atau sebagainya sebagai tempat tujuanku saat itu. Yang menjadi tekadku saat itu hanyalah ingin mencari informasi tentang pendidikan di berbagai perguruan tinggi yang pada setiap awal tahun ajaran baru, yang seakan-akan berlomba untuk mencari calon mahasiswa sebanyak-banyaknya dan hal itu juga berlaku untuk berbagai macam kursus keterampilan dan lain sebagainya yang coba-coba memanfaatkan lulusan SMU yang baru. Setelah aku mengumpulkan berbagai macam informasi tentang berbagai perguruan tinggi sambil duduk merenungkan akan jurusan apa yang akan kuambil dan juga perguruan tinggi mana yang akan kupilih serta masih banyaknya kesempatan waktu yang tersisa sebelum mendaftar dan mengikuti test masuk perguruan tinggi.

Maka untuk mengisi waktu luang itu aku putuskan untuk pergi kepulau Bali yang konon kata orang adalah pulau dewata atau pulau nirwana. Karena dari Surabaya perjalanan ke Bali jauh lebih dekat dibandingkan kalau aku harus memulai perjalanan ke Bali dari kampung halamanku. Dalam perjalanan itu aku memutuskan untuk naik bus jurusan Surabaya-Denpasar yang banyak berderet dengan berbagai nama itu. Dalam perjalanan dari Surabaya sampai Denpasar tidak ada hal yang istimewa seperti kebanyakan semua penumpang bus dengan perjalanan panjang menggunakan waktunya hanya untuk tidur dan kalaupun berbicara dengan teman sebangku itupun hanya untuk basa basi saja dan kalaupun pembicaraan tidak menarik maka akan saling berdiam diri dan akhirnya mata akan terpejam dengan sendirinya.

Setelah semalan tertidur didalam bus malam paginya aku bangun sudah sampai di Bali dan tidak kuketahui dengan pasti sudah sampai dikota mana itu, yang kutahu perjalanan sampai kekota Denpasar tidak berapa lama lagi sudah sampai, yah mungkin kurang lebih sekitar satu jam.



Sesampainya diterminal bus aku putuskan untuk pergi ketempat rekreasi yang paling terkenal di Bali yaitu pantai Kuta. Maka aku naik bemo atau mikrolet atau apa saja namanya, aku tidak tahu dengan pasti, pokoknya bisa sampai ke Kuta. Setelah sampai didaerah sekitar Kuta aku berjalan kaki sambil menyusuri lorong-lorong jalan yang cukup sempit akan tetapi padat dengan para turis dari mancanegara juga kios-kios kecil yang menawarkan berbagai macam bentuk kerajinan tangan dan cinderamata khas Bali mulai dari gantungan kunci, baju kaos, sarung sampai patung ukiran dan lain sebagainya. Lanjut baca!


Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 5

Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 5

 Aopok.com - Laki-laki tersebut tersenyum memandangku, “Dik Tony jadi terangsang yah,” ucapnya tersenyum.

“Bapak suka dengan kontol Dik Tony ini, sudah besar, panjang, bengkok. Bengkoknya ini yang Bapak suka, Bapak jarang mendapatkan kontol yang seperti ini,” ucap Pak Arnan, yang memegang kontolku.

Laki-laki tersebut memasukkan kontolku ke dalam mulutnya, mengisap-isapnya, mengemut-emutnya.


“Akhh..” desahku
“Saya sudah tak sanggup lagi Pak, tolong jangan lakukan,” ucapku.
“Jangan khawatir sayang, jangan khawatir,” ucap Pak Arnan, namun terus melakukannya.

Batang kontolku terus diisap-isap, dijilati, biji totongkupun di emutnya dan beralih ke kontolku lagi. Mulutnya menarik-narik batang kontolku, seperti anjing menarik-narik daging. Akhh.. Aku tidak tahan, hingga kakiku mengejang, laki-laki tersebut menghentikan permainannya, memandangku, dan melepas kontolku dari mulutnya, aku tahu laki-laki tersebut menelan mani yang ku keluarkan. Pak Arnan mengelap kontolku lagi. Pahaku mendapat giliran, diusap-usapnya dengan handuk hangat, hingga pantat, dan lubang pantatku di usap-usapnya, hingga akhirnya laki-laki tersebut menyelesaikan pekerjaannya, meletakkan baskom kecil tersebut di atas meja.

Pak Arnan membuka celana pendeknya, laki-laki tersebut tidak memakai kolor lagi, berjalan ke arah ku menaiki ranjang, mendekatiku, hingga tepat kontolnya berada di depan mukaku. Pak Arnan menggenggam kontolnya yang besar dan panjang itu mengarahkan ke mulutku, dia menyuruh untuk mengisap kontolnya seperti yang dilakukannya terhadap kontolku. Dengan pelan aku telan kontol laki-laki tersebut.

“Isap-isap, emut-emut, sayang,” ucap Pak Arnan.

Aku melakukannya, kujilati juga batang kontolnya seperti yang dikatakannya. Perasaan jijik aku belakangkan. Kontol Pak Arnan kembali memasukan kontolnya ke dalam mulutku dan menekan pantatnya, kontolnya masuk lebih dalam, laki-laki tersebut menyodok-nyodok mulutku dengan totongnya.

“Akh.. Akhh.. Akhh,” desahnya merasakan kegelian. Pak arnan mengentot mulutku, hingga desahannya yang panjang membuat dia menghentikan gerakannya, aku merasakan maninya masuk dalam mulutku, mau muntah rasanya aku. Laki-laki tersebut mengeluarkan kontolnya dari mulutku, aku langsung meludah keranjang mengeluarkan maninya dari dalam mulutku. Pak Arnan tersenyum, dan mencumbu bibirku, laki-laki tersebut melumat bibirku, memasukan lidahnya ke dalam mulutku, saat itu Bang Nainggolan keluar dari pintu kamar mandi.

Bang Nainggolan mengelus punggung Pak Arnan, laki-laki tersebut membalas dengan mengelus-elus tangan Bang Nainggolan, dan turun dari ranjang memegang kontolnya, Bang Nainggolan jongkok menyambut kontol Pak Arnan dan langsung menelannya, Akhh.. Terdengar desahan kuat Pak Arnan, dan desahan suara kencing Pak Arnan terdengar masuk ke dalam mulut Bang Nainggolan, kontol Pak Arnan dikeluarkan sedikit dan kelihatan dari lubang totongnya, mancur air kencing berwarna putih, dengan enaknya Bang Nainggolan menampung air kencing Pak Arnan dengan mulutnya. Lanjut baca!


Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 4

Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 4

 Tradingan.com - Bang Nainggolan menghidupkan TV dan film akan dimulai. Kami terdiam, sementara Pak Arnan dengan santai duduk sambil mengisap rokoknya dalam. Aku menyaksikan adegan di mana aku mengentot Noni di layar TV. Aku terkejut, ternyata adegan tersebut bertolak belakang dari kejadian sesungguhnya. Dengan durasi film yang hanya 15 menit, aku melihat bagaimana aku mengentot Noni dalam posisi menghimpit tubuhnya yang terlentang, sementara tangannya ke atas dengan handuk melilit kedua tangannya, dan ditambah disamping tubuh Noni ada sebuah pisau, suara Noni yang terdengar juga tidak suara saat itu, aku mendengar Noni menangis, menjerit, hentikan.. hentikan.. ucapnya.


Aku ingat saat melakukannya Noni memang memintaku untuk melilitkan handuk ku ke tangannya, tapi pisau itu, pisau itu bukan milikku. Aku menyadari bahwa aku dijebak, Noni pintar bersandiwara. Lemaslah tubuhku, dengan kaset ini aku bisa diadili, oh.. Amang desahku lirih dengan putus asa.

Aku memandang Pak Arnan, “Ini bohongan kan Pak, tidak begini kejadiannya, Bapak banyak mengedit yang lainnya bukan? Ini tidak benar,” ucapku.
Pak Arnan tersenyum. “Dengan kaset itu, Dik Toni dapat diadili”.
“Apa mau Bapak sebenarnya dengan membuat ini?” tanyaku.

Aku melihat Pak Arnan tersenyum, dengan senyumnya yang dingin seperti pembunuh. Laki-laki tersebut bangkit dari duduknya.

“Simple, simple saja Dik Tony, Jiwa dibalas dengan jiwa, tubuh dibalas dengan tubuh, dan pemerkosa dibalas dengan pemerkosaan juga,” ucap laki-laki tersebut.

Aku terkejut, laki-laki ini mau memperkosaku? tanyaku dalam hati. Bang Nainggolan menangkap tubuhku, tanganku dipegangnya, diplintir kebelakang hingga tubuhku diseret ke ranjang.

“Sekuat apa kau berontak, sekuat itu juga tanganku memelintir tanganmu,” ucap laki-laki tersebut.

Pak Arnan naik ke atas ranjang, membuka celana jeansku bersamaan dengan kolor yang aku pakai.

“Eemm,” desahnya melihat kontolku. Laki-laki tersebut meremas-remas kontolku.
“Ternyata benar-benar besar dan panjang Bang Nainggolan,” ucapnya tersenyum.

Pak Arnan membuka celana pendeknya, kontolnya yang besar dan panjang melebihi kontolku, menjulur seperti belalai sampaimenyentuh seprei ranjang. Pak Arnan memukul-mukul kontolku dengan kontolnya. Kemudian laki-laki tersebut menaikkan kedua kakiku dan meletakannya di atas pundaknya.

Akh.. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, matilah aku, pikirku. Kontol Pak Arnan yang besar dan panjang itu dipaksa masuk ke lubang pantatku. Akh.. Inilah yang dikatakan Robert, “Bukannya untung malah buntung,” bukannya mendapatkan lubang pantat Noni, malah justru lubang pantatku yang menjadi korban.

Pak Arnan menekan pantatnya, hingga batang kontolnya masuk lebih dalam ke lubang pantatku. Akh.. Sakitnya, aku menggigit bibirku manahan sakit. Kembali Pak Arnan menekan pantatnya. Akhh.. Desahnya. Koyakan lubang pantatku terdengar, Pak Arnan malah asyik menggoyang-goyangkan pantatnya sambil menjilati jari-jari kakiku, mengisap-isapnya, mengemut-emutnya, tangannya sesekali meremas-remas kontolku, mengelus-elus bulu-bulu kakiku, di pahakuyang lebat.

Aku merasakan tanganku dilepaskan Bang Nainggolan dari cengkramannya, laki-laki tersebut melepaskan kaosku, mengelus-elus dadaku yang bidang, kadangkala menarik-narik puting tetekku. Laki-laki tersebut duduk di atas dadaku setelah melepas kolornya, dan gila, laki-laki tersebut menyuruhku untuk mengisap-isap kontolnya. Lanjut baca!


Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 3

Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 3

 Iklans.com - Noni bukannya meronta justru membalas cumbuanku, ternyata perempuan ini menyukainya, dia pasti bosan dengan Pak Arnan yang sudah tua itu, kontolnya mungkin sudah lembek, impoten sehingga Noni tidak puas dengan nya. Sebentar lagi akan kau rasakan kontol Abang, sayang ucapku dalam hati.

Aku terus mencumbui bibir Noni, aku menjilati lidahnya, Noni membalas dengan mengeluarkan lidahnya, dan sesaat lidah kami saling bersentuhan, akhh.. Nikmatnya, aku menarik bibir bagian bawah perempuan tersebut, aku membetotnya dan lama baru aku lepaskan. Sementara tanganku meremas-remas tetknya, ku raskan teteknya begitu padat dan kencang. Kutarik kaos Noni ke atas dan langsung teteknya ku telan, ku isap-isap berhgantian. Permainan ku membuat Noni mendesah keenakan, aku semakin bersemangat, ku jilati puting payudara Noni, ku isap lagi, ku tarik dengan bibirku.


“Akhh.. Akhh.. Enak Bang, Geli.. Geli..” desah Noni.

Aku membuka koas Noni, rok, dan sekaligus celana dalamnya. Hingga Noni telanjang bulat dihadapanku. Melihat tumpukan memeknya yang tebal, putih dengan jembut-jembutnya yang habis dicukur rapi, membuat aku semakin terangsang dan bersemangat. Aku menekan vagina Noni dengan tanganku.

“Akhh.. Akhh..” desah noni lagi menggelinjing, keenakan.

Tanganku terus menekan-nekan slepetnya, sambil terus mengisap-isap teteknya bergantian. Aku membuka handuk yang melilit di pinggangku, kontolku semakin besar dan panjang, kulit atas kontolku sudah terbuka, kepala kontolku yang besar dan merah sudah menantang.

Aku membimbing tangan Noni ke kontolku, perempuan tersebut langsung memegangnya dan sesekali mengocok-ngocoknya. Aku jilati lehernya, kuciumi dari atas leher, dagu, bibir, hidungnya yang mancung dan telinganya. Noni mendesah lagi.

“Isap kontol Abang,” bisikku.

Noni menggeleng, aku tidak memaksanya, dan terus mencumbui perempuan tersebut, seluruh tubuhnya kujilati, suatu saat kau akan menuruti keinginanku, pikirku. Aku menelentangkan Noni, dan langsung kutindih, cumbuan-cumbuan ku terus mendarat dibibirnya, dagunya, pipinya dan hidungnya. Tanganku memegang kontolku, dan perlahan aku memasukan kontolku ke lubang slepetnya.

“Akhh.. Akhh, Bang,” desah Noni lagi.
“Enak, sayang,” bisiku, Noni mengangguk.

Kutekan pantatku, sehngga kontolku masuk lebih dalam ke slepetnya, hingga ku tekan lagi, akh, kontolku dijepit kuat di dalam slepet perempuan ini. Aku mulai menggoyang-goyangkan pantatku perlahan. Desahan-desahan Noni terus keluar, memacu semangatku untuk mengentotnya. Sesekali aku sodok slepet noni dengan kencang, desahannya semakin kuat terdengar, aku menghentikannya menarik nafas, Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia